Lupakan… Lupakan… Lupakan…
Assalamualaikum…
Hmm, cuma mau skedar cerita aja. Hari ni kul yg udah aku persiapkan (baik pr maupun mentalku utk menghadapinya) ternyata kosong. Huff… Udah cape2 mengayuh si Ali (my blue bicycle ^^)… Males banget pulang dgn tangan hampa… Knp juga kul kosong ga diumumin sblm2nya c..??? Hfff… Sebel…
Bbrp malam sblmnya, smpt ngobrol2 dgn tmnku ttg berbagai macam hal. Ttg munculnya seseorg yg kembali mencoba menanyakan hal yg sbnrnya tdk perlu diungkit lagi (luka lama T-T) krn aku sdh memutuskan utk melupakan smuanya… Yah, melupakan smuanya… Krn tidak akan pernah masa lalu itu kembali… T-T
I know, mungkin org yg menanyakan ttg "itu" ga sadar klo dgn menanyakan"nya" maka akan sgt berpengaruh thd kestabilanku, mungkin smp bbrp hari… Membuatku meneteskan air mata (lagi… Ya Rabb…) krn mengingatnya… Dan mengurai kembali rasa sakit yg bnr2 ingin kulupakan…
Yah, tapi tak apa, dia kan ga salah… Mungkin dia bermaksud baik, ingin menunjukkan bahwa dia care sama kami… It’s ok, no problem with my feelings… Setidaknya sekarang aku sudah gpp…
Kata tmnku yg mendengarkan ceritaku itu (si Pemimpin yg Ikhlas ^^) ternyata selama ini aku cuma NATO doang (yah lagi2 kata2 itu keluar… T-T)… Tidak ada progress apapun utk melupakan semua "tragedi kehancuran" itu… Toh ternyata :
"…. Rasa itu
ternyata tetap ada…"
(dia mengutip lalu menggubah lagu Peter Pan
"Mungkin Nanti")
Dia blg, "Kata2 ‘melupakan’ itu ternyata cuma di mulut aja, kenyataannya bahkan mb masih dgn sadar memperhatikan si Biru-nya ketika di parkiran… Knp tdk segera mengakhiri semuanya…?" lalu dia melantunkan lagi :
Semuanya telah
berakhir
Antara hatiku dan hatimu
Takkan ada cinta
Seperti yg dulu
(Ungu -Seperti yg Dulu-)
Yah, aku tau seharusnya semuanya telah berakhir… Lihat saja blognya, tak ada ttgku di sana… Aku bukanlah sesuatu yg berarti lagi bwtnya… Tapi tetap saja terkadang hati masih menolaknya… Harap itu masih ada, wlw ku telah mencoba menghapusnya… Harap yg terus dan terus kupelihara, wlw aku tau itu akan terus sakiti hatiku, entah sampai kapan… Yg jelas, aku tdk percaya kata kata "sebesar apa
harapanmu dan rasa sayangmu pada seseorang, maka sebesar itu pula
kekuatanmu untuk kecewa dan membenci seseorang"…
itu karena aku tdk akan pernah bisa membencinya…
Wassalamualaikum…
nb :
entah, ini ketulusan atau kebodohan… aku tdk peduli… saat ini, biarkan aku lari dari semuanya…
July 16th, 2007 at 8:22 pm
Asw
sabar sist…
mungkin benar bila kamu adalah orang yang memerlukan banyak motivator untuk menopang dan membangkitkanmu dari kehancuran tak berkesudahan ini…
aku akan senantiasa mendampingimu sebisaku, mengingatkanmu bahwa bliau pernah ada bkn untuk dibenci…
tapi untuk dijadikan pelajaran bahwa bliau memiliki karakter yang hampir sama denganmu…
maka belajarlah memahami ketidakinginan bliau seperti km memahami apa yang kamu mau
percayalah bliau pasti uda py pertimbgn sdr
Allah juga sudah py jalan untuk km,kln dan smua hal
sabar….
aku yakin lama2 km bkal terbiasa dengan skp bliau dan tidak akan memusingkannya lagi…
meski aku tak pernah mampu menggantikan bliau
November 8th, 2007 at 12:38 am
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
HERIKA PUTRI…gadis misterius…
rasanya aku harus mengenalmu lebih dalam…lebih dalam…