Archive for March, 2006

Monday, March 13th, 2006

Aku
ingin hidup secerah mentari

Yang
menyinar di taman hati

aku
ingin seriang kicauan burung

Yang
terdengar di jendela kehidupan

 

Aku
ingin segala-galanya damai

Penuh
mesra, membuah ceria

Aku
ingin menghapus duka dan lara

Melerai
rindu di dalam dada

 

Sedamai
pantai yang memutih

Sebersih
lukisan embun pagi

Dan
ukhuwah kini pasti bergulir

Menghiasi
taman kasih yang harmoni

 

Seharum
kasturi, seindah pelangi

Segalanya
bermula di hati

Seharum
kasturi, seindah pelangi

Segalanya
bermula di sini

 

-
Jendela Hati (Saujana), dengan perubahan seperlunya -

 

 

Di
tengah hati yang masih tertahan tebalnya kabut…

‘Kan
kucoba tuk terus menerobos kabut itu, meski tertatih…

Satu
pertanyaan tersimpan

Masihkah
ia menganggapku seperti apa yang tertulis

Di
salah satu lembaran hidupnya yang dahulu?

 

Tapi,
walau apapun…

Senyum
dan tataplah dunia dengan kepala tegak, nak.”

Begitu
kata seseorang yang diam-diam amat kucintai, di seberang laut sana…

Ya,
memang harus seperti itu!

Just A Beginning

Sunday, March 12th, 2006

"Jangan sekali-kali mengkhianati perasaan hati karena akibatnya hanya diri yg akan sengsara, bukan org lain. Salah satu tantangan paling sukar dlm hidup adalah mencari org yg tahu segala kelemahan dan kekuranganmu , tapi dia masih sanggup menyayangimu dengan sepenuh hati."
-dari seorang teman-

Subhanallah, membaca kata-kata ini… Mengingatkanku pada suatu waktu di hidupku. Ketika aku belum bisa menghargai pentingnya arti seorang teman… Kini masa itu lewat sudah, dan aku kini tergugu sendiri di sini…
Suatu ketika, saat itu hampir terulang kembali… Aku hampir saja melakukan kebodohan itu lagi. Tapi alhamdulillah 4wI memperingatkanku. Walaupun dengan sebuah cara yg bisa dibilang cukup menyakitkan bagiku, tapi tak apa… Hanyalah sebuah ujian kesabaran dan kedewasaan bagi seorang Herika, untuk bisa bermetamorfosis menjadi insan yg lebih baik.

Kini pelangi telah mulai hiasi hari
Dan mendung pun kian menjauh
Senyumku ‘kan selalu tertuju
Pada dahan yg setia menemani
Kala hujan dan badai menyapa diri

Believe me, it’s just the beginning…

-Tuk seluruh insan yg telah bersedia menjadikan telinganya sbg ‘tempat sampah’ bagi semua curhatku selama ini (mb fatma, mb rina, mb ega, mb citra, mb saroh, dewi, wiwin, umy, uzy, yuli, titin, galuh, yayan, dan semuanya), syukran katsir, terima kasih banget atas segalanya. Mungkin aku takkan pernah bisa membalas semua kebaikan kalian… -
-Tuk semua sahabatku : kalian telah hiasi hidupku dengan warna-warni yg indah. Terima kasih… Aku takkan pernah bisa membalas setiap kebaikan yg telah kalian berikan. Maafkan aku yg kadang tak bisa mengerti diri kalian, walaupun sudah kucoba tuk pahami… -