Monday, March 13th, 2006
Aku
ingin hidup secerah mentari
Yang
menyinar di taman hati
aku
ingin seriang kicauan burung
Yang
terdengar di jendela kehidupan
Aku
ingin segala-galanya damai
Penuh
mesra, membuah ceria
Aku
ingin menghapus duka dan lara
Melerai
rindu di dalam dada
Sedamai
pantai yang memutih
Sebersih
lukisan embun pagi
Dan
ukhuwah kini pasti bergulir
Menghiasi
taman kasih yang harmoni
Seharum
kasturi, seindah pelangi
Segalanya
bermula di hati
Seharum
kasturi, seindah pelangi
Segalanya
bermula di sini
-
Jendela Hati (Saujana), dengan perubahan seperlunya -
Di
tengah hati yang masih tertahan tebalnya kabut…
‘Kan
kucoba tuk terus menerobos kabut itu, meski tertatih…
Satu
pertanyaan tersimpan
Masihkah
ia menganggapku seperti apa yang tertulis
Di
salah satu lembaran hidupnya yang dahulu?
Tapi,
walau apapun…
“Senyum
dan tataplah dunia dengan kepala tegak, nak.”
Begitu
kata seseorang yang diam-diam amat kucintai, di seberang laut sana…
Ya,
memang harus seperti itu!