Archive for July, 2005

Kita harus belajar…

Wednesday, July 27th, 2005

Kita harus belajar

bahwa kita tidak dapat memaksa orang lain

bersikap baik pada kita

tapi kita bisa memilih bersikap baik pada mereka

Kita harus belajar

bahwa orang yang berbuat jahat pada kita

adalah orang yang

bisa memperkuat sisi terbaik kita

Kita harus belajar

bahwa mengampuni diri sendiri dan orang lain

tidak hanya membebaskan kita dari rasa bersalah

tetapi juga memperbesar hati dan jiwa kita

Kita harus belajar

bahwa lingkungan dapat merusak diri kita

tetapi kitalah yang bertanggung jawab penuh atas

semua tindakan kita

Kita harus belajar

bahwa tidak penting apa yang kita miliki

tetapi yang penting adalah siapakah kita yang sebenarnya

Dan untuk apa kita hidup di dunia ini

Kita harus belajar

bahwa tidak penting apa yang kita alami

yang penting adalah bagaimana kita memilih respon

Kita harus belajar

bahwa semua jerih payah, penderitaan, dan kekecewaan

adalah rahmat yang mengenakan topeng dan bertujuan untuk

MEMBANGUN DIRI KITA

Hidup Ini Penuh Perjuangan

Wednesday, July 27th, 2005
  • Suatu hari ular kecil bertanya pada ular besar, “Bagaimana seharusnya cara hidup seekor ular?”

“Bahagialah pada masa kanak-kanak, temukanlah dirimu pada masa muda, berusahalah sekuat tenaga pada usia yang paling produktif, dan ketika usia tua hidup dalam kebebasan dan kedamaian.”

“Apakah kita harus mengubah dan mengatasi diri sendiri pada setiap tahap?”

“Ya. Ular adalah makhluk yang kesepian. Kalau kulitnya tidak mengelupas, dia tidak punya pilihan lain kecuali mati.”

  • Keajaiban memindah gunung

Seseorang mengundang banyak orang untuk menyaksikannya melakukan keajaiban memindahkan sebuah gunung.

“Besok pagi saya akan memindahkan gunung itu tepat di depan saya.”

Esok harinya, masyarakat dari seluruh negeri itu berkumpul untuk menyaksikan mukjizat tersebut.

Orang               : “Hai gunung! Maju, majulah ke sini.”

Masyarakat      : “Apakah gunungnya bergerak? Tidak!”

Orang               : “Ayo, gunung! Majulah ke sini! Ayo!”

Masyarakat      : “Apakah gunungnya bergerak? Mengapa tidak bergerak?”

Orang               : “Sekarang, kalian semua telah menyaksikannya. Saya              memerintahkan gunung itu untuk bergerak, tetapi dia sama sekali tidak mau. Kalau gunungnya tidak pindah, saya yang akan pindah! Segala sesuatu tidak selalu terjadi seperti yang kita kehendaki. Kalau kita menginginkan perubahan di lingkungan kita, tetapi perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya, kita perlu bertindak. Kalau gunung tersebut, tidak berpindah, saya yang akan pindah! Kalau arus tidak berubah, kapal yang harus mengubah haluan!”

(Taken from: Sayling Wen)

Dear Friend

Wednesday, July 27th, 2005

Dear friend

It’s been a long time

Together we were

Sharing sadness

Holding hands in happiness

Covering from pain

Sheltering each from the rain

It was only the past

But the time is moving fast

What that was happen

Sooner or later will be forgotten

Time has changed everything

Each of us posses something

Maybe that important thing

Has erase the memory we are sharing

So far to reach

Every day my preach

Can’t wake up the deaf

Dear friend

Even you are on another path

Memories about us are still on my heart

I wait you on the cross board

Ask to come aboard

But…

We walk into different way

It’s time to say goodbye

Sebuah Bangku Kosong

Monday, July 25th, 2005

Bangku kosong itu

Membuatku teringat akan seseorang

Seseorang yang berarti

Dalam sepenggal kisah hidupku

Bangku kosong itu

Membuatku teringat tentang sesuatu

Hari-hari yang telah kami alami bersama

Dalam kurun waktu yang cukup singkat

Bangku kosong itu

Telah jadi pelecut semangatku

Sadarkanku… Aku harus berhasil!!!

Karena dia pasti kan senang

Jika ku dapat lewati semua

Bangku kosong itu

Beriku kekuatan sekaligus keperihan

Kuat karena yakin dia kan selalu dukung aku

Perih karena dia tak ada bersamaku saat ini

Bangku kosong itu

Kan kuingat selalu pemiliknya…

Semoga persahabatan kita

Bisa membawa kita menuju jannahNya

Amin…

260705

Dia, Teman Kecilku…

Sunday, July 24th, 2005

Dia teman kecilku

Tiap hari kutemui langkahnya yang ceria

Senyumnya, angguknya, gelengannya

Kini telah warnai hidupku

Dia teman kecilku

Kerap putus asa

Namun selalu suntikkan semangat padaku

Kadang juga labil

tapi selalu coba salurkan stabil di hatiku

Dia teman kecilku

Yang sedang berusaha

Tuk hadirkan seutuh dirinya di sini

Di kota tempat kami bertemu

Dia teman kecilku

Salah satu dari sedikit orang

Yang masih anggapku berharga

Yang selalu sabar hadapi aku

Dia teman kecilku

Memang seperti anak kecil

Sering sakit, atau melakukan hal yang lucu

Tapi di saat tertentu

Kadang kedewasaannya melebihi aku

Dia teman kecilku

Terlihat pendiam, padahal tidak juga…

Sering ingatkan tentang makanku yang kurang teratur

Sering juga memprotes fluktuatifnya diriku

Dia teman kecilku

Yang ketika sakit berkata lirih

"Aku ingin ibuku…"

Ya… Dia sangat cintai keluarganya…

240705, 19:07

Ayo, segera hadirkan dirimu di sini

Teman-temanmu menunggu

Kedatanganmu

Dan hatimu

Selalu…